phone: 0817714664
e-mail: albatholcare@gmail.com
round minus
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
round plus
Tampilkan postingan dengan label Ust.Abu Bakar Ba'asyir. Tampilkan semua postingan

PENTING!! Taushiyah Terbaru Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dari Penjara Nusakambangan






NUSAKAMBANGAN - Selama sepekan Relawan Infaq Dakwah Center (IDC) voa-islam.com melawat ke kawasan Cilacap untuk menunaikan tugas dakwah dan kemanusiaan. Selain persiapan program Rumah Singgah & Dakwah, Relawan IDC juga membezuk para ustadz dan mujahidin yang sedang diuji di penjara Nusakambangan.

Di Nusakambangan, kesehatan Ustadz Abu, sapaan akrabnya, cukup baik. Hanya mengalami sedikit gangguan mata, akibat sedikit pembengkakan di bawah mata, dan sudah diperiksa oleh dokter spesialis mata dari Jakarta.

Meski belum bisa shalat jama’ah di masjid karena masih diisolasi, ketegaran Ustadz Abu tak pupus. Kepada para pembezuk dirinya, tak pernah bosan Ustadz Abu menekankan wajibnya penegakan Daulah Islamiyah dengan dakwah dan jihad.

Khusus kepada Relawan IDC, Ustadz Abu menitipkan taushiyah di atas kertas yang ditulis tangan. Inilah taushiyah lengkapnya yang ditulis dari penjara paling angker se-Indonesia itu:


Kaum Muslimin rohimakumulloh,

Alloh SWT menetapkan beberapa prinsip mengamalkan Dinul Islam:
PERTAMA, Islam wajib diamalkan secara murni, syaratnya tidak boleh dicampur dengan ajaran/ideologi ciptaan akal manusia seperti: demokrasi, sosialisme, nasionalisme, Pancasila dan lain-lain.
"Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa" (Qs Al-An'am 153).
Sebab Dinul Islam adalah haq wahyu Allah, sedangkan semua ideologi ciptaan manusia adalah batil wahyu syaitan.

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, ia mengatakan: "Rasulullah SAW membuat garis dengan tangannya kemudian beliau mengatakan:
(Ini adalah jalan Allah yang lurus).
Lalu beliau membuat garis di sebelah kanan dan kirinya, kemudian beliau bersabda:
"Jalan-jalan ini tidak ada satu jalan pun dari jalan-jalan tersebut melainkan di atasnya terdapat syaitan yang mengajak ke jalan itu."
Kemudian beliau membaca ayat:
“Yang Kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya" (HR Ahmad).
KEDUA, Islam wajib diamalkan secara kaffah yakni keseluruhan, tidak boleh dipotong-potong yakni ada yang diamalkan dan ada yang ditolak.
Mengamalkan syariat Islam secara sepotong-potong adalah langkah syaitan yang dimurkai Alloh SWT.
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (Al-Baqarah 208).
KETIGA, Islam wajib diamalkan dalam negara Islam atau Khilafah Islamiyah, sebab pemimpinnya orang Islam itu hanya Alloh, Rosul-Nya dan orang-orang beriman yang taat.
“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)” (Al-Ma’idah 55).
Maka setiap Muslim hanya wajib mentaati Alloh, Rosul-Nya dan ulil amri mukmin yakni pemimpin negara Islam atau khalifah.
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (An-Nisa’ 59).
Islam tidak boleh sengaja diamalkan di negara kafir, sebab pemimpin negara kafir adalah thaghut, dia pemimpinnya orang kafir, yang peranannya memurtadkan orang Islam.
“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (Al-Baqarah 257).
Maka setiap orang Islam wajib menjauhi dan mengingkari thaghut, tidak boleh mentaatinya.
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya” (An-Nisa’ 60).
Maka setiap orang Islam yang tinggal di negara kafir wajib berjuang merubah negara itu menjadi negara Islam dengan cita-cita dakwah dan jihad.

Kaum Muslimin rohimakumulloh,
Ketahuilah bahwa sesungguhnya negara Indonesia adalah negara kafir, maka wajib bagi tiap-tiap Muslim berjuang dengan dakwah dan jihad untuk meluruskannya menjadi Negara Islam yang diridhai Alloh SWT, Maka jihad hari ini khususnya di Indonesia hukumnya fardhu ‘ain. Kaum muslimin harus berjihad dengan jiwanya bagi yang mampu dan dengan hartanya. Jihad dengan harta di antaranya membantu memenuhi kebutuhan keluarga mujahidin agar mereka tidak terlantar. Rosululloh SAW bersabda:
"Barangsiapa yang mempersiapkan perbekalan orang yang berjihad fisabilillah maka sungguh ia telah berjihad dan barangsiapa yang menanggung keluarga orang yang berjihad fisabilillah dengan baik (cukup), maka sungguh ia telah berjihad" (HR Bukhari).

Apalagi, di antara mereka juga ada yang ditinggal syahid dan anak-anaknya menjadi yatim. Maka lebih wajib lagi bagi kaum muslimin untuk membantu. Rosululloh SAW bersabda:
“Aku dan pemelihara anak yatim kelak di surga kedudukannya seperti dua jari ini” (HR Bukhari). Rosululloh SAW bersabda demikian sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya dengan merapatkan keduanya.
Membantu anak yatim yang orang tuanya syahid, insya Alloh akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Selain mendapat pahala jihad karena mengurusi keluarga mujahidin, mereka juga mendapat keutamaan masuk surga bersama Rosululloh sedekat dua jari di surga karena berpartisipasi memelihara anak yatim.
Saya menyambut baik dan mendukung program “CINTA YATIM SYUHADA DAN MUJAHIDIN” yang dikelola YAYASAN INFAQ DAKWAH CENTER (IDC) VOA ISLAM, dan mengimbau kaum Muslimin untuk menyalurkan infaqnya dalam program ini.
Jangan sampai kita semua berdosa karena ada anak Yatim Syuhada dan Mujahidin yang terlantar akibat ketidakpedulian kita.
Pasir Putih Nusakambangan, 30 Jumadil Awwal 1434 H (11 April 2013 M)
Al-Faqir ilalloh,


(ABU BAKAR BA’ASYIR)









Photobucket

Ba'asyir: Islam Harus Diamalkan Secara Murni dan Kaffah dalam Bingkai Khilafah







Dari dalam penjara paling angker di Indonesia, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir tak surut menyuarakan perjuangan menegakkan Syariat Islam. Kepada para Relawan Infaq Dakwah Center (IDC) Voa-islam yang membezuknya, Ustadz Abu, sapaan akrabnya, menitipkan wasiat tertulis untuk disebarluaskan kepada kaum Muslimin di luar penjara. 

Dalam taushiyah tulisan tangan sebanyak tiga lembar itu, Ustadz Abu menyampaikan tiga prinsip dalam mengamalkan Dinul Islam. Prinsip pertama, menurut Ustadz Abu, adalah mengamalkan Islam secara murni tanpa dikotori oleh ideologi dan ajaran apapun. “Islam wajib diamalkan secara murni, syaratnya tidak boleh dicampur dengan ajaran atau ideologi ciptaan akal manusia seperti: demokrasi, sosialisme, nasionalisme, Pancasila dan lain-lain,” jelasnya sembari mengutip Al-Qur'an surat Al-An'am 153. “Sebab Dinul Islam adalah haq wahyu Allah, sedangkan semua ideologi ciptaan manusia adalah batil wahyu syaitan,” tambahnya. Dalam penjelasannya, Ustadz Abu mengutip hadits riwayat Imam Ahmad bin Hanbal. 

Suatu ketika Rasulullah SAW membuat garis dengan tangannya kemudian beliau mengatakan: “Ini adalah jalan Allah yang lurus.” ...Islam wajib diamalkan secara murni, kaffah dan dalam bingkai Khilafah Islamiyah. Setiap orang Islam yang tinggal di negara kafir wajib berjuang merubah negara itu menjadi negara Islam dengan cita-cita dakwah dan jihad... 

Lalu beliau memberikan ilustrasi dengan membuat garis di sebelah kanan dan kirinya, kemudian beliau bersabda: "Jalan-jalan ini tidak ada satu jalan pun dari jalan-jalan tersebut melainkan di atasnya terdapat syaitan yang mengajak ke jalan itu." Kemudian beliau membaca ayat: “Yang Kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya" (Al-An'am 153). Prinsip yang kedua, lanjut Ustadz Abu, adalah mengamalkan ajaran Islam secara menyeluruh (kaffah). “Islam wajib diamalkan secara kaffah yakni keseluruhan, tidak boleh dipotong-potong yakni ada yang diamalkan dan ada yang ditolak. 

Mengamalkan syariat Islam secara sepotong-potong adalah langkah syaitan yang dimurkai Allah SWT,” terangnya sembari mengutip Al-Qur'an surat Al-Baqarah 208. Terakhir, yang ketiga, jelas Ustadz Abu, Islam harus diamalkan dalam bingkai Khilafah Islamiyah. “Islam wajib diamalkan dalam negara Islam atau Khilafah Islamiyah, sebab pemimpinnya orang Islam itu hanya Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman yang taat,” tegasnya. “Maka setiap Muslim hanya wajib mentaati Allah, Rasul-Nya dan ulil amri mukmin yakni pemimpin negara Islam atau khalifah.” Menurutnya, prinsip khilafah ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ma’idah 55 dan An-Nisa’ 59. ...jihad hari ini khususnya di Indonesia hukumnya fardu ‘ain. 

Kaum muslimin harus berjihad dengan jiwanya bagi yang mampu dan dengan hartanya... Selain itu, masih dalam konteks Khilafah Islamiyah, Ustadz Abu menguraikan bahaya jika negara diatur dengan sistem kafir. “Islam tidak boleh sengaja diamalkan di negara kafir, sebab pemimpin negara kafir adalah thaghut, dia pemimpinnya orang kafir, yang peranannya memurtadkan orang Islam. Maka setiap orang Islam wajib menjauhi dan mengingkari thaghut, tidak boleh mentaatinya,” jelasnya dengan menyitir Al-Qur'an surat Al-Baqarah 257 dan An-Nisa’ 60. Menilik nas-nas Al-Qur'an di atas, Ustadz Abu menyimpulkan bahwa memperjuangkan Khilafah Islamiyah adalah kewajiban setiap umat Islam. “Setiap orang Islam yang tinggal di negara kafir wajib berjuang merubah negara itu menjadi negara Islam dengan cita-cita dakwah dan jihad,” ujarnya. Dalam konteks perjuangan di Indonesia, satu-satunya jalan untuk menggapai Khilafah Islamiyah yang diridhai Allah, menurut Ustadz Abu, adalah dengan dakwah dan jihad. “Maka jihad hari ini khususnya di Indonesia hukumnya fardu ‘ain. Kaum muslimin harus berjihad dengan jiwanya bagi yang mampu dan dengan hartanya,” tandasnya.











Photobucket

Dari Nusakambangan Untuk Parpol Islam



NUSAKAMBANGAN-Amir Jama’ah Ansharut Tauhid, Abu Bakar Ba’asyir memberikan tausiyahnya kepada Umat Islam yang memperjuangkan Islam melalui jalan parlemen.
“Ada yang berpendapat bahwa memperjuangkan syariat Islam itu bisa dimenangkan oleh partai partai Islam di dalam parlemen. Saya tanya pada saudara, Partai Islam manakah di dunia ini yang telah berhasil menang melalui sistem demokrasi sehingga tegak daulah Islamiyyah?” tanyanya kepada para tamu yang menjenguknya di Lembaga Permasyarakatan Nusa Kambangan, Selasa (9/4/2013).
Pria yang akrab disapa Ustadz Abu ini mencontohkan kiprah partai FIS (Front Islamic du Salut) yang memenangkan pemilu di Al Jazair. Meski berhasil memenangkan pemilu pertama, namun pemerintah Al Jazair membatalkan kemenangan itu dengan berbagai alasan.
“Lalu pemilu diulang lagi, pada pemilu kedua menang lagi. Setelah itu ditumpas sampai habis,” bebernya.
Demikian juga dengan Partai Masyumi di Indonesia. Abu Bakar Ba’asyir mengakui tujuan perjuangan Masyumi yaitu tegaknya Daulah Islamiyyah. Para pemimpinnya pun dikenal para tokoh Islam yang baik dan jujur.
“Tetapi apa yang terjadi setelah memenangkan pemilu?” tanyanya. “Partainya (Masyumi) ditumpas oleh Soekarno,” lanjutnya.
Syariat Islam, kata Abu Bakar Ba’asyir, tidak akan bisa diamalkan secara murni dan kaffah tanpa adanya kekuasaan atau Daulah Islamiyyah. Dan, kekuasaan atau Daulah Islamiyyah itu tidak akan bisa berhasil dimenangkan tanpa menyertakan jihad di dalamnya.
“Saudara, ketahuilah bahwa Jihad itu adalah kunci kemenangan, kunci kemuliaan, kunci kehormatan bagi Islam dan kaum muslimin,” ujarnya
Oleh karena itu, di dalam memperjuangkan tegaknya Syariat Islam dan Daulah Islamiyyah kuncinya hanya ada pada jihad. “Tanpa jihad, umat Islam tidak akan berhasil memperjuangkan tegaknya Daulah Islamiyyah,” tutupnya.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) : 3 Seruan Untuk Umat Islam

Software islami ensiklopedi hadits kitab 9 imam berisi kumpulan hadits dan terjemah

















Photobucket

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir : Daulah Islam Kita Perjuangan Dengan Dakwah Dan Jihad, Atau Revolusi

Software islami ensiklopedi hadits kitab 9 imam berisi kumpulan hadits dan terjemah
NUSAKAMBANGAN-Syariat Islam tidak akan bisa diamalkan secara murni dan kaffah tanpa kekuasaan atau negara. Untuk itu, ummat Islam harus menyadari pentingnya peranan negara atau kekuasaan dalam Islam. Mari kita perjuangkan Daulah (Negara) Islam dengan dakwah dan jihad, atau Revolusi, Allahu Akbar!

Demikian tausiah, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) dari Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, Selasa (05/03/2013) lalu. Sementara itu, kondisi kesehatan beliau, Alhamdulillah, dalam keadaan sehat wal ‘afiyat, demikian pula dengan para ikhwan mujahidin lainnya yang bersama dengan Beliau di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, yang berjulukan SMS alias Super Maximum Security.

Beliau berpesan :
“Saudara-saudara, Islam dan Kekuasaan atau Negara atau dalam istilah lain, Daulah Islamiyyah atau Darussalam, tidak bisa dipisahkan dari ummat Islam. Keduanya (Islam & Kekuasaan) menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan karena saling terkait dengan amal ibadah ummat Islam.

Syari’at Islam tidak bisa diamalkan secara murni dan kaffah (menyeluruh) tanpa kekuasaan atau negara. Apabila kekuasaan itu hilang dari ummat Islam, maka kehancuranlah yang akan menimpa ummat Islam.
Seperti apa yang menimpa ummat Islam di indonesia ini dari sejak awal kemerdekaan sampai dengan sekarang, ini akibat kesalahan para tokoh dan Ulama’ Islam yang terpedaya oleh tipu muslihatnya Abu jahal-nya Indonesia, yaitu Sukarno dan Hatta, yang memisahkan Islam dari kekuasaan.

Oleh karena itu mari kita menyadarkan pada Ummat Islam akan pentingnya peranan negara atau kekuasaan di dalam Islam. Kita perjuangkan dengan Da’wa dan Jihad atau Revolusi untuk merebut kembali kekuasaan Islam agar tegak di Indonesia ini. Allahu Akbar!

















Photobucket

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) : Tinggalkan Sistem Syirik, Ikuti Sistem Islam!


Software islami ensiklopedi hadits kitab 9 imam berisi kumpulan hadits dan terjemah
NUSAKAMBANGAN-Ikutilah syariat Islam, tinggalkan sistem syirik agar saudara selamat. Demikian pesan terbaru dari Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB)-fakkalahu asrahu-kepada para tamunya ketika dijenguk pada hari Selasa (26/02/2013). Berikut pesan selengkapnya.
Sebaik apapun, sebagus apapun suatu ajaran, faham, pemikiran, pendapat manusia di dunia ini nilainya tetap Bathil dan Dholalah (sesat). Seperti Marhaenisme ajaran Sukarno, Panca Sila, UUD 45,  asas tunggal panca sila, Demokrasi, Liberalisme, Pluralisme, Sosialime, Nasionalisme, dan lain-lainnya. Itu semua nilainya Bathil dan Dholalah. Kenapa Bathil.??, karena bukan dari ALLOH dan ROSUL NYA, yakni Syariat Islam.
Saudara, yang mutlak dan pasti benar itu ukurannya adalah Syari’at Islam. Selain Islam, semuanya Bathil.!! meskipun menurut pendapat orang baik tapi nlainya tetap Bathil.

Sebagaimana yang difirmankan oleh ALLOH subhanahu wata’alaa :
“Yang demikian itu, karena Sesungguhnya ALLOH, Dialah yang Haq dan Sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari ALLOH, itulah yang Batil.” (22:62).
Hanya Al Qur’an sajalah yang mutlak benar dan bersih dari kebatilan serta kesesatan. Hal ini ditegaskan oleh ALLOH :
“Yang tidak datang kepadanya (Al Qur’an) Kebatilan baik dari depan (ayat pertama) maupun dari belakangnya (ayat terahir), yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha terpuji.”. (26-Fushilat:42).

Oleh karena itu ikutilah syari’at Islam, tinggalkan sistem Syririk agar saudara selamat. Alloh mempringatkan kita :
“Dan Sesungguhnya (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan Ku yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan jalan (yang lain) karena jalan jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan NYA.” (6 :153).

Demikianlah taushiyah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) kepada tamu-tamunya. Adapun kondisi kesehatannya, Alhamdulillah, Beliau dalam keadaan Sehat begitu pula dengan Mujahid-Mujahid lainnya yang bersama beliau di Lapas Pasir Putih. Do’akan selalu mereka semua dalam setiap sujud antum. Allahu Akbar!

















Photobucket

Kabar Terbaru Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) Dari Lapas SMS : Walau Dipindah Ke Lubang Semut Saya Akan Katakan Yang Haq!

Software islami ensiklopedi hadits kitab 9 imam berisi kumpulan hadits dan terjemah
LP PASIR PUTIH, NK-Berikut kabar terbaru dari Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB), Rabu (16/01/2013) pasca dipindahkan ke LP Pasir Putih, Nusakambangan, yang tergolong Lapas SMS (Super Maksimum Security), sebagaimana disampaikan oleh Ustadz Hasyim Abdullah. Walau dipindahkan ke lubang semut pun saya akan tetap katakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil. Allahu Akbar!
Alhamdulillah, hari ini ana (Ustadz Hasyim Abdullah) dan beberapa ikhwan-ikhwan bisa bertemu dengan Ustadz Abu di Lapas Pasir Putih yang dikenal juga dengan sebutan SMS (Super Maksimum Security). Kedatangan ana disamping untuk mengecek kebenaran berita pemindahan Ustadz Abu yang mendadak itu. juga untuk menyampaikan hal-hal yang terkait dengan kesehatan Beliau dan pengurusan makanan Beliau sehari-hari dan teknis pelaksanaan perijinan bagi tamu-tamu yang akan datang membesuk.

Dalam perbincangannya dengan tamu-tamunya Ustadz Abu menyampaikan tanggapannya atas pemindahannya:
“Ini sudah menjadi konsekwensi bagi saya, walau ke lubang semut pun saya dipindahkan saya akan tetap katakan yang Haq itu Haq dan yang Batil itu batil. Walau mereka marah dan membencinya. Saya juga akan sampaikan terus bahwa Islam itu hanya bisa tegak di dalam Daulah Islamiyyah (Negara Islam) dan hanya bisa diperjuangkan dengan Jihad tidak ada jalan lain.
Ini kebenaran mutlak yang datangnya dari Alloh tidak bisa di tawar tawar. Masak kita mau merubah-rubah semau kita sendiri.”

Ketika ditanya bagaimana perasaannya dipindah ke tempat yang baru, Ustadz Abu menjawab :
“Alhamdulillah, kemanapun saya di pindah InsyaAlloh semuanya baik bagi saya. Disini saya bisa sholat berjama’ah di masjid dan disini juga ada ikhwan-ikhwan yang bersama-sama dengan saya. InsyaAlloh semuanya khair (baik).”

Adapun kondisinya setelah pagi tadi di cek oleh Dokter lapas, Alhamdulillah baik dan sehat wal ‘afiyat. Mohon Do’anya dari antum semua.

















Photobucket

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) : Mengamalkan Demokrasi Adalah Kerugian Yang Amat Besar Di Dunia & Akherat

Software islami ensiklopedi hadits kitab 9 imam berisi kumpulan hadits dan terjemah

JAKARTA-Di tengah hiruk pikuk dan hingar bingar pesta demokrasi di hampir setiap sudut negeri ini, maka membaca nasihat dari Ustadz Abu Bakar Ba’asyir-fakkalahu asrahu-yang diambil dari salah satu pernyataan Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) bagaimana mendapatkan setetes embun segar di pagi hari. Mengamalkan demokrasi adalah kerugian yang amat besar di dunia dan akhirat, ujar beliau. Berikut lengkapnya.
P E R N Y A T A A N JAMA’AH ANSHORUT TAUHID

Tanggal 13 Rabi’ul Akhir 1430 / 9 April 2009
Tentang D e m o k r a s i
No. : 04 / IV /1430

Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh !


Ketika kami memperhatikan dengan seksama dan penuh rasa tanggung jawab terhadap sistim demokrasi terkait keselamatan diri dan kaum Muslimin pada umumnya maka terlihatlah perbedaan prinsipil antara Islam dengan Demokrasi yaitu :

1. Kedaulatan tertinggi adalah milik rakyat , sedangkan dalam Islam kedaulatan tertinggi adalah milik Alloh Subhanahu wa Ta’ala .

2. Hukum yang harus berlaku dalam negeri demokrasi adalah hukum-hukum yang ditetapkan rakyat . Sedang hukum yang harus berlaku di bumi Alloh adalah hanya hukum Islam .

3. Segala problematika dan pertikaian di dalam negeri demokrasi, harus dikembalikan pada undang-undang dasar yang telah disepakati dan diproduk wakil rakyat . Sedang di dalam Islam, segala problematika dan pertikaian kaum Muslimin hanya boleh dikembalikan pada Al-Qur’an dan sunnah Nabi.saw:

4. Dalam demokrasi -tidak terkecuali- setiap orang berhak menjadi wakil rakyat . Sedang di dalam Islam, yang berhak untuk mewakili rakyat dalam majlis syuro kepemerintahan , hanyalah kalangan ulama dan pakar-pakar dalam hal ilmu yang dibutuhkan. Hingga dapat menyampaikan aspirasi dan petunjuk yang sempurna dan sesuai dengan hal yang semestinya.

5. Demokrasi bukan syuro yang ditunjukkan Islam, meski para pemuja demokrasi berupaya mengelabuhi kaum Muslimin, bahwa ia adalah syuro yang Islami. Karena dewan syuro syar’i memiliki ketentuan dan syarat-syarat yang tidak terdapat dalam perangkat permusyawaratan demokrasi.

6. Dalam demokrasi yang dijunjung tinggi adalah kebebasan tanpa batas. Sedang di dalam Islam kebebasan yang diberikan kepada setiap hamba, bukan merupakan kebebasan mutlak, namun kebebasan yang terbatas dengan batasan-batasan syar’i. Meskipun kaum muslimin tidak boleh untuk memaksa orang lain dalam mengikuti kehendak dan keyakinan dirinya.

7. Demokrasi hakekatnya adalah sekularisme dengan segala pokok tujuan dan petunjuknya, Sedang di dalam Islam, segala hal harus diarahkan pada peraturan-peraturan syar’i. Barangsiapa yang memisah-misahkan perkara kehidupan, sebagiannya diserahkan kepada Alloh dan sebagian yang lain dipasrahkan kepada manusia, maka ia telah melakukan perbuatan kufur .

8. Demokrasi menuntut adanya kelompok ataupun partai, yang loyalitas para anggotanya tidak lebih dari partai-partai tersebut .Sedangkan Islam melarang kaum Muslimin dari perpecah belahan dan perselisihan tanpa dasar syar’i yang berdampak kelemahan dan kekalahan atas mereka.

9. Demokrasi menjadikan voting (suara terbanyak) sebagai pemutus final dalam segala hal yang hendak dijadikan hukum. Sedangkan Islam, mewajibkan atas kaum Muslimin untuk tunduk, ta’at dan berserah diri terhadap ketentuan dan ketetapan Alloh dan RosulNya. Tidak halal bagi mereka untuk menawar dan bimbang atas ketetapan-ketetapan syar’i.

10.Demokrasi adalah merupakan pangkal dan pupuk penyubur bagi ideologi kapitalis, dimana seorang manusia berkeyakian/berkelakuan bahwa harta yang dimilikinya adalah mutlak milik dirinya, hingga ia boleh berbuat dengan hartanya untuk belanja maupun mengembangkannya dengan berbagai cara . Sedangkan Islam mengajarkan kepada kaum Muslimin, bahwa mereka dan yang dimilikinya adalah milik penciptanya. Status mereka hanyalah sebagai makhluk kholifah ataupun yang diamanati untuk mengelola bumi dalam rangka menjalankan kehendak Alloh.

11. Demokrasi adalah ideologi dan sistem hukum karet, yang bisa ditarik kesana dan kemari, sesuai kehendak penguasanya .Nyatanya, nyaris tidak ada Negara demokrasi yang tidak ada kebohongannya dalam pemilu. Dan sekian banyak Negara-negara demokrasi dunia hari ini, justru menjadi momok kebebasan bagi para rakyatnya, terutama kaum Muslimin. Bahkan di Palestina dan Algeria sebelumnya, kaum Muslimin telah tertipu dengan perjuangan melalui demokrasi, hingga bukannya dapat kedudukan dan kekuasaan , namun justru mereka diketok dengan palu besi dan diperangi dengan 1001 alasan.

12. Maka jelas demokrasi berbeda jauh dan bertentangan dengan Islam. Karena Islam adalah dien (agama) yang dianut, maka lawannyapun adalah merupakan agama yang dijadikan panutan seperti demokrasi ini. Sedang satu-satunya agama yang diakui Alloh hanyalah Islam,dan Alloh SWT., enggan menerima dari hambaNya kecuali hanya ISLAM yang murni.

13. Kewajiban seorang Muslim yang tinggal di negara yang menganut demokrasi adalah tidak rela dan memungkiri sistem serta ideologi kafir tersebut, lalu berupaya maksimal untuk menggantinya dengan Islam yang kaffah lewat cara yang dituntunkan dalam Sunnah Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi was salam yaitu: Dakwah dan Jihad. Jika belum mampu, maka harus melakukan i’dad (persiapan) kekuatan yang maksimal, jika tidak mampu maka berhijrah ke negeri dimana ia mampu melaksanakan syari’at Alloh secara sempurna.
Dan utamanya berdasarkan Ayat–ayat Qur-an yang tercantum di bawah ini :
Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.

Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”. (QS An Nahl : 36)
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? (QS Asy-Syuro : 21)
karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, Padahal kamu mengetahui. (QS Al Baqarah : 22)

Juga hadits Nabi Muhammad sholllahu ‘alaihi was salam :
Artinya : Dari Abu Hurairoh rodhiyyallohu ‘anhu berkata saya mendengar Rasululloh sholallohu ‘alaihi was salam bersabda : “ Alloh berfirman : ‘Aku tidak butuh sekutu dari kemusyrikan , barangsiapa beramal sebuah amalan yang di dalam menyekutukan Aku dengan selainKu maka Aku tinggalkan dia dan apa yang disekutukannya itu.”(HR Imam Muslim)

Maka dengan bertawakkal kepada Alloh ‘Azza wa Jalla , kami selaku Amir Jama’ah Anshorut Tauhid menyatakan :

1.Bahwa Jama’ah menyatakan berlepas diri dari orang–orang, partai–partai, kelompok-kelompok yang mengamalkan dan mendukung sistim demokrasi beserta seluruh mekanisme dan perangkat-perangkatnya.

 2.Kaum Muslimin hendaknya segera kembali kepada kemuliaan Syari’at Islam dan menunaikan kewajiban Jihad Fii Sabilillah sebagai satu–satunya jalan meraih kemulian Islam dan ummatnya serta berhenti dari perbuatan Syirik Akbar yang terkandung dalam sistim demokrasi, karena sesungguhnya mengamalkan demokrasi adalah kerugian yang amat besar di dunia dan akherat.

3.Akhirnya, kami berserah diri kepada Alloh Rabbul ‘Alamiin agar memberikan kepada kami kekuatan dan keistiqomahan dalam mengijabah setiap titah dan perintah-Nya serta selalu memohon ampunan-Nya atas segala kelemahan dan ketidakberdayaan kami

Hasbunalloh wa ni’mal wakil, ni’mal maula wan ni’man nashiir, laa haula wa laa quwwata illa billah!
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh !
Solo , 13 Rabi’ul Akhir 1430 / 9 April 2009


Amir Jama’ah
(KH. Abu Bakar Ba’asyir)














Photobucket

Link Movement

Aqiqah Saung Domba | Praktis Amanah Santun Sedap

Kumpulan Kitab & Buku Islam

Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Al-Qamar: 17)

Kitab/Buku Lain..